Rombel Internasional

LATAR BELAKANG DAN TUJUAN

Latar belakang dan tujuan pembentukan rombel internasional di Universitas Negeri Semarang adalah sebagai berikut.

  1. Terkait dengan visi UNNES untuk menjadi universitas bereputasi Internasional, UNNES perlu mengembangkan model perkuliahan menggunakan kurikulum internasional.
  2. Pelaksanaan kerja sama internasional UNNES dengan mitra sering terhambat dengan tidak adanya kelas internasional. Pengajar asing tidak dapat mengajar di UNNES. Mahasiswa asing tidak dapat belajar di UNNES. Dual Degree atau Transfer Kredit dengan universitas luar negeri terhambat karena dokumen kurikulum UNNES belum ada yang tertuang dalam bahasa asing.
  3. Penguasaan bahasa Inggris dosen dan mahasiswa UNNES masih relatif rendah perlu adanya stimulan untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris salah satunya dengan membentuk rombel internasional

RUANG LINGKUP ROMBEL INTERNASIONAL

Batasan dan ruang lingkup pelaksanaan rombel internasional di Universitas Negeri Semarang adalah sebagai berikut.

  1. Rombel internasional adalah rombel yang dibentuk secara khusus dalam suatu prodi yang dalam proses belajar-mengajarnya menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris penuh dan kurikulumnya bermuatan kurikulum internasional.
  2. Rombel internasional diselenggarakan bagi mahasiswa Indonesia yang berprestasi dan mahasiswa internasional yang memenuhi syarat.
  3. Rombel international merupakan tindak lanjut program Curriculum Development Program yang dibiayai oleh Proyek IDB dengan nomor loan IND-152. Dalam program ini terpilih sepuluh prodi pelopor yang diwajibkan membuka rombel internasional pada tahun 2016. Kesepuluh program studi tersebut adalah:
    • Ilmu Kesehatan Masyarakat S1 (FIK),
    • Pendidikan IPS S2 (Pascasarjana),
    • Teknik Kimia S1 (FT),
    • Pendidikan Olahraga S3 (Pascasarjana),
    • Pendidikan Matematika S1 (FMIPA),
    • Ilmu Hukum S1 (FH),
    • Sastra Jawa S1 (FBS),
    • Geografi S1 (FIS),
    • Ekonomi Pembangunan S1 (FE), dan
    • PG Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) S1 (FIP).
  4. Rombel internasional perlu dibedakan dengan program akreditasi internasional. Rombel internasional tidak otomatis mendapatkan akreditasi internasional seperti AUN maupun ABET. Namun, jika dilaksanakan secara konsisten, pelaksanaan rombel internasional akan serta merta mempermudah prodi mendapatkan akreditasi internasional.
  5. Untuk melaksanakan sebuah rombel internasional, fakultas tidak perlu mendirikan prodi baru. Rombel internasional dibentuk di dalam prodi yang sudah memiliki kematangan dan kesiapan sumber daya.
  6. Prodi lain di luar sepuluh prodi pelopor diperbolehkan untuk membentuk rombel internasional jika telah memiliki kesiapan yang dibutuhkan berupa pengajar yang mampu mengajar kelas internasional (minimal 4 orang) dan kurikulum yang sudah berbahasa Inggris.

FITUR UTAMA ROMBEL INTERNASIONAL

Fitur utama rombel internasional adalah sebagai berikut.

  1. Dalam proses belajar dan mengajar rombel internasional digunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris.
  2. Bahan perkuliahan dan media yang digunakan di dalam kelas berbahasa Inggris dan literatur bahasa Inggris.
  3. Mahasiswa Indonesia yang boleh bergabung dalam rombel internasional merupakan mahasiswa pilihan yang memiliki kemampuan akademik tinggi dan memiliki TOEFL minimal 500 atau lolos ujian bahasa Inggris yang diadakan oleh UNNES.
  4. Mahasiswa internasional yang boleh bergabung dalam rombel internasional harus memiliki TOEFL minimal 500 atau merupakan native speaker bahasa Inggris atau lolos uji bahasa Inggris yang diadakan oleh UNNES.
  5. Pengajar dalam rombel internasional merupakan dosen UNNES yang memiliki kemampuan dalam mengajar kelas internasional diutamakan dosen yang memiliki sertifikat CLIL (atau setara) atau memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan minimal TOEFL 550 atau setara.
  6. Kurikulum yang digunakan dalam rombel internasional adalah rombel yang sudah memiliki muatan KKNI dan muatan kurikulum berstandar internasional. Untuk sepuluh prodi pelopor, dokumen kurikulum yang digunakan adalah dokumen yang dikembangkan oleh Curriculum Development Consultant (CDC) UNNES melalui program IDB loan IND-152.
  7. Sepuluh prodi pelopor diwajibkan memiliki satu rombel internasional yang dilaksanakan secara penuh, selambat-lambatnya semester gasal tahun 2016.

REKRUTMEN

Rekruitmen Mahasiswa Lokal untuk Rombel Internasional

  1. Pada fase penerimaan mahasiswa baru UNNES tahun 2016, data mahasiswa yang diterima di ketiga jalur sudah harus selesai diumumkan semua.
  2. Seluruh mahasiswa yang diterima di prodi penyelenggara rombel internasional dikenai tes TOEFL oleh Bidang 1 melalui fasilitasi UPT TIK. Biaya tes ditanggung oleh Universitas untuk tahun pertama penerimaan.
  3. Sejumlah 20 mahasiswa dengan nilai TOEFL tertinggi masuk ke rombel internasional yang dimulai sejak semester pertama.
  4. Mahasiswa yang sudah ditetapkan sebagai peserta rombel internasional akan seterusnya tergabung dalam rombel internasional kecuali (a) nilai IPK kurang dari 2,5 dan (b) melakukan pelanggaran akademik.
  5. Mahasiswa tetap membayar UKT sesuai dengan kemampuan masing-masing. Untuk penerimaan kelas Internasional di tahun selanjutnya, UKT kelas internasional akan berbeda dengan UKT normal.

Rekruitmen Mahasiswa Internasional

  1. Pada semester gasal dan genap tahun 2015/2016, UNNES melakukan promosi atas pembukaan sepuluh prodi yang membuka rombel internasional dengan mengirim surat resmi kepada mitra UNNES di luar negeri yang berisi tawaran pendaftaran dan daftar prodi yang membuka rombel internasional. Surat juga dikirimkan ke KBRI negara mitra untuk disebarkan ke sekolah-sekolah menengah mitra KBRI.
  2. Internasional office menyempurnakan website SPMA UNNES dan menambahkan menu dan informasi sepuluh prodi yang membuka rombel internasional.
  3. Seluruh proses penerimaan mahasiswa asing dan pengurusan izin studi/izin tinggal untuk mahasiswa asing dikoordinasi oleh international office UNNES sesuai dengan peraturan Rektor yang berlaku.
  4. Berbeda dari kelas reguler, mahasiswa asing rombel internasional tidak diwajibkan mengikuti kursus bahasa Indonesia atau tes bahasa Indonesia tapi mahasiswa asing diwajibkan mengikuti tes TPA dan TOEFL sesuai dengan standar yang dibutuhkan, yaitu TOEFL minimal = 500).
  5. Ketentuan penerimaan mahasiswa asing sesuai dengan peraturan Rektor.
  6. Mahasiswa asing membayar UKT tertinggi pada prodi yang bersangkutan.

Diperbarui oleh: Rochsid Tri HP | Minggu, 31 Januari 2016 9:53 WIB 8.051 views